solfaCorners

Friday, Jul 30th

Headlines
Solfacorners - Share and Sale
 

TembangPribumi

User Rating: / 6
PoorBest 

TembangPribumi - A very soothing experience

 

Musik adalah bahasa universal, begitu kata pendendang dan pemusik di seluruh dunia. Dan kami setuju. Terlebih apa yang dilakukan oleh TembangPribumi dalam kegiatan bermusiknya. TembangPribumi bukanlah sebuah band, tapi lebih ke arah sebuah project dari personil-personilnya yang kebanyakan sudah mempunyai band (cukup berhasil bagi sebuah project yang bisa main di Jakjazz dan Java Jazz). Karena merasa ada kecocokan satu sama lain,maka mereka mencoba untuk terus mengumpulkan anggota, namun pada dasarnya mereka ingin membuat TembangPribumi ini seperti ajang untuk berkumpul, seperti sanggar atau sejenisnya tanpa harus mengikat setiap personilnya untuk berkomitmen dalam satu Band. Jadi TembangPribumi lebih merupakan rumah singgah bagi orang-orang yang ingin terus mencoba untuk mengeksplor keindahan musik dalam negeri sendiri. Bermusik sambil ngedalang? Kenapa enggak?

 

Awal perkenalan kuping kami dengan musik TembangPribumi ini masih seumur jagung, tapi saya yakin saya akan tetap suka dengan musik mereka. Alasan dasar kami untuk terus mendukung TembangPribumi tidak lain karena apresiasi mereka yang tinggi terhadap alat musik tradisional yang hampir tak tersentuh oleh generasi muda. Dengan adanya Fusion yang dilakukan TembangPribumi, kami berharap musik tradisional dan alat musiknya semakin dikenal dan tidak hilang dimakan waktu. Bahagia sekali kami akhirnya dapat bertemu dengan TembangPribumi untuk sekedar bincang-bincang santai. Di sela kesibukan mereka yang padat, ada waktu sedikit yang mereka beri untuk solfacorners meskipun yang hadir cuma 4 orang (iyalah, kalo hadir semua 18 orang, mo duduk dimana?) hahahaha.

 

Kiri ke kanan: Why, Dauz, DePe, Made

 

Song :

Tembang Pribumi - Es Lilin
Tembang Pribumi - Prihara Cinta

 

Ayo, siapa aja personilnya?

"Wahaha,terlalu banyak kalo disebutin. Gini aja, total personil kami ada 18 orang tapi kalo manggung, nggak semuanya main! Posisi alatnya pun gak permanen. Yang kebetulan bisa aja. Soalnya TembangPribumi itu bukan band, cuma rumah singgah aja. Jadi mo dateng kapan aja, mo main kapan aja, silahkan. Asik kan?".

 

Wah! Enak banget! Tapi, terbentuknya udah lama?

"Kira-kira tahun 2005, awalnya kita punya band masing-masing. Nah, Terus tercetuslah ide ingin memasukkan nuansa etnik kedalam musik kami, keluarlah nama TembangPribumi. Sebenernya TembangPribumi ini tercipta karena niat kuat dari tiap personil untuk mengeksplorasi musik dan alat musik tradisional Indonesia".

 

Kenapa pilih nama TembangPribumi?

"Tembang itu kata yang baku dari musik, selain itu catchy. Kalo keseluruhannya, kita mau coba menghadirkan tembang-tembang yang bernuansa kedaerahan. Trivia nih, nama TembangPribumi ini sendiri tercipta jauh sebelum kami kumpul menjadi kesatuan".

 

Tapi nggak ada personil tetap?

"Haha iya, nggak ada. Dari awal kita memang lebih mentingin niat. Seberapa jauh keinginan kami buat terus bereksperimen di musik fusion seperti ini. Yang penting niat aja dulu. Kalo niat pengen lanjut, ayo kita lanjutin sama-sama, tapi kalo mau stop pun, kami nggak maksa stay".

 

Oia, untuk belajar alat musik tradisional itu sendiri gimana? Ada les khusus?

"Otodidak! Sebenernya belajar alat musik tradisional itu gampang gampang susah, tergantung kemauan kita aja. Kita mau belajar atau nggak. Hahaha.. ya itu tadi, yang penting niat! Ada niat pasti ada jalan".

 

Nah, Kalo ngedalang?

"Oh, kalo dalangnya, sih, kami import dari Purwodadi! Namanya Ki Kasdi Asmoro, dalang paling kreatif yang pernah kami temui. FYI: dia bikin wayang-wayangnya itu dari kardus dan di cat sendiri pula. Soalnya wayang kulit yang asli itu mahal sekali dan kalo kita manggil dalang yang udah terkenal bisa ratusan juta, tekor! Hahaha".

 

OIC.. Kalo alat musiknya beli dimana?

"Tiap personil hunting alat musik yang bikin dia tertarik maininnya. Kami hunting ke pembuatnya langsung, kami beli yang untuk dimainkan, bukan untuk souvenir. Karena kualitas suaranya berbeda cukup jauh. Nggak masalah kalau mesti masuk ke pelosok, yang penting kualitas suaranya oke".

 

Nice! Terus, udah pernah manggung dimana aja? Juara kompetisi dong?

"Haha... Manggung lumayan banyak, udah lupa saking banyaknya. Kalo dulu kami emang getol ikut kompetisi cuma buat orang 'ngeh' sama eksistensi kita aja. Kalo sekarang kami nggak berani ikut kompetisi, Kami pasti kalah sama jenis musik sekarang, deh! Syukurnya sekarang kebanyakan diundang daripada nyari-nyari event".

 

Nah, kalo masalah honor gimana? Kan personilnya banyak, tuh! Di bagi rata aja atau gimana?

"Iya tergantung yang main aja pada saat itu. Dan untuk catatan, kami nggak masalah nggak dibayar asal itu memang acara untuk charity. Hehehe".

 

Haha iya juga ya, nah ada persiapan khusus sebelum manggung?

"Nggak ada, biasa aja. Paling kita dateng lebih awal untuk check sound. Dan ini yang paling ribet, kami sering kekurangan mic, secara kebanyakan alat kami itu perkusi yang kadang seuaranya kalah sama speaker, jadi harus dibantu oleh microphone, Hehehe Raider (peralatan pendukung) kami juga nggak ribet, kok! Yang penting berfungsi! Hahaha...".

 

Ada Ritual khusus sebelum manggung?

"Cuma baca doa dan bakar dupa aja (Made beragama Hindu). Ada kejadian lucu yang malah jadi menarik nih, jadi waktu manggung di indoor, kami melakukan ritual biasa. Tapi kami lupa kalau itu di dalam ruangan, akhirnya satu ruangan jadi bau dupa aromatherapy. Nah menariknya, yang menonton malah jadi betah! Katanya tiga indera manusia kena! Mata, hidung dan telinga. Tapi kadang ada panitia yang nggak ngebolehin kita bakar dupa, alasan mistis".

 

Tiap manggung selalu pakai batik, sarung dan udeng (ikat kepala batik)?

"Iya, tapi kami usahakan merotasi porsinya aja, jadi misalnya sekarang pake udeng, besok pake blangkon, dan seterusnya, begitu juga dengan batiknya. Biar gampang dikenali dan menjadi identitas TembangPribumi di panggung. Dan kita belinya memang di daerahnya langsung, selain murah, warna dan coraknya khas".

 

Kan, kalian udah sering manggung, tuh, manggung yang paling berkesan dimana?

"Berkesan ya? Ada nih, waktu kami jadi opening actnya Iwan Fals di PRJ. Wah lagi asik-asik main dihujani botol plastik! Haha tapi kami nggak lantas panik, maen aja terus. Nah, sampai pada lagu "Dari Sabang Sampai Merauke", baru mereka ikut berdiri dan bernyanyi. Menarik aja, bagaimana lagu nasional bisa menjadi pemersatu bermacam kalangan".

 

Serius? Dilemparin botol?

"Bukan itu aja, waktu main di event Jazz skala nasional, kami pernah di vonis sebagai 'pemerkosa musik tradisional' oleh musisi senior, lalu musik kami juga pernah di bilang bukan Jazz. Saat itu kami kaget sekali, niat kami baik, ingin menaikkan pamor alat musik tradisional di negara sendiri. Apa salahnya? Tapi kami justru berterima kasih, karena kritik mereka semakin membuat kami semangat untuk terus maju. Dan aliran Ethnic-Jazz pun perlahan kami ganti dengan Ethnic-Experimental. Ah, susah sekali, sebenarnya menurut kami musik tidak perlu dikotak-kotakkan. Mainlah dengan sepenuh hati, itu genremu"

 

Mau indie terus atau masuk major?

"Indie terus! (serempak). Idealisme kita nggak akan menang lawan industri"

 

Buat ke depan ada planning apa?

"Kolaborasiiiii!!".

 

Wah, boleh tuh!! Niatnya mau kolaborasi sama siapa?

"Banyak! Sama siapa aja yang interest sama kita. Hehehe tapi sama Balawan tuh mesti, pengen banget kita kolaborasi sama dia dan Batuan Ethnic Fusionnya".

 

Kalo sama Kunokini?

"Wah, iya, mereka juga seru tuh! Boleh banget!".

 

Wahaha Kunokini mesti baca nih! Oia, kalian udah punya album belum, sih?

"Rencananya tahun ini kita mau release. Lagi banyak nabung buat kelarin semuanya. Untuk sementara, ikutin kami aja tiap manggung, atau dengerin single yang kami kirim buat solfacorners. Sabar ya, hehehe".

 

Wah! Pasti ditunggu nih! Terus, kalo mau cari tau kalian bakal manggung dimana aja itu gimana?

"Weits tenang, kan bisa tau lewat facebook kami, atau myspace, atau masuk ke website kami. Semua info bakal diupdate kok".

 

Mantap! Oia, ada pesen nggak buat temen kita yang mau belajar alat musik tradisional?

"Halah, kami bukan guru, belum pantas banget ngajarin orang! Tapi kalo mau main, main aja ke tempat kami. Pintu kami selalu terbuka, kok buat yang punya niat tulus mau memperdalam alat musik tradisional. Bahkan kalau oke, bisa kita ajak manggung juga, lho!".

 

TembangPribumi Feat Ki Kasdi Asmoro

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."